Mari Berbagi Pengetahuan

Rabu, 11 Juli 2018

5 Tips Saat Berkunjung ke Desa Adat Baduy Banten

5 Tips Saat Berkunjung ke Desa Adat Baduy Banten

Salah satu desa adat yang masih memegang teguh adat istiadatnya adalah Desa Adat Baduy yang terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Desa ini pun kian ramai dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin melihat bagaimana keindahan alam hingga kegiatan penduduk Baduy dengan kearifan lokalnya. Anda tertarik untuk berkunjung ke desa adat ini? Simak tipsnya berikut ini.

1. Persiapkan fisik

Baduy sendiri terbagi dalam dua wilayah yakni Baduy Luar dan Baduy Dalam, yang juga terbagi atas 65 kampung. Untuk bisa sampai ke kampung-kampung tersebut bahkan di Baduy Dalam, wisatawan akan menempuh perjalanan setapak yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Founder Komunitas Sahabat Baduy, Keke mengatakan hal utama yang harus diperhatikan adalah stamina dan fisik Anda.

“Pertama mereka (wisatawan) harus tahu soal Baduy. Jangan muluk-muluk untuk senang-senang karena ini bukan piknik. Mereka harus trekking, perjalanan cukup jauh, jadi pikirkan fisik,” kata Keke kepada KompasTravel di Kampung Balingbing, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (17/2/2018).

2. Persiapkan Peralatan

Setelah dipastikan fisik Anda kuat untuk trekking dengan jarak yang cukup jauh juga perjalanan dengan waktu lama, maka siapkan peralatan lainnya.

“Kedua (yang dipersiapkan) peralatan yang dibawa harus mumpuni karena tahu akan trekking,” kata Keke.

Alat-alat yang dimaksudkan seperti halnya, menggunakan sepatu yang nyaman, sebab jalan setapak terbuat dari bebatuan kali. Bahkan jika turun hujan, jalanan tersebut cukup licin.

Kemudian juga persiapkan jas hujan, jaket, menggunakan ransel, senter, dan sleeping bag untuk digunakan saat tidur.

3. Membawa Makanan Sendiri

Jika Anda menginap di rumah-rumah penduduk, bisa membawa makanan basah yang bisa dimasak di sana juga camilan. Sesampainya Anda di rumah penduduk, tidak akan menemukan warung makan, memang di siang hari ada beberapa penjual dari luar desa tersebut yang berjualan seperti mi bakso. Tetapi di malam hari, Anda bisa memasak untuk santapan malam bersama.

4. Taati Aturan

Desa adat ini betul-betul memegang teguh adat istiadat, sehingga nantinya para pengunjung pun diimbau menaati peraturan yang ada. Di Baduy Dalam, ada beberapa peraturan yang harus ditaati.

Seperti halnya diungkapkan oleh tokoh adat di sana, Ayah Mursid, bahwa di Baduy Dalam tidak boleh mengambil foto atau pun video. Kemudian jika mandi disungai tidak boleh menggunakan sabun, shampo, dan pasta gigi.

Maka dari itu, Keke menambahkan, jika wisatawan berkunjung ke sana sebaiknya bisa menghargai dan menaati aturan juga kearifan lokal Suku Baduy.

5. Tidak Meninggalkan Sampah

Hal lainnya yang terkadang luput dari perhatian adalah soal sampah. Keke mengatakan ada larangan untuk membuang sampah sembarangan. Sehingga ada baiknya para pengunjung membawa kembali sampah-sampah mereka.

“Harus ketahui bahwa (Suku Baduy) memelihara alam dengan sangat baik. Kalau ada larangan dilarang buang sampah sembarangan, ya dihargai. Jangan penuhi desa ini dengan sampah, tidak ada salahnya juga kalau (wisatawan) bisa membawa pulang sampahnya,” kata dia.
Read More

Senin, 09 Juli 2018

Himbauan Pertamina Konsumen Jangan Beli di Toko Online Tak Resmi

Himbauan Pertamina Konsumen Jangan Beli di Toko Online Tak Resmi

Setelah adanya penggerebekan pengoplosan elpiji di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor pada Senin (19/2/2018), PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji di agen atau pangkalan resmi Pertamina.

Unit Manager Communication & CSR MOR III Dian Hapsari Firasati mengatakan, pembelian elpiji selain di agen atau pangkalan resmi termasuk toko online tidak resmi milik Pertamina memiliki sejumlah risiko.

“Yang pertama adalah unsur safety. Misalkan tabung yang sudah pernah dioplos seperti ini, sudah tidak aman terutama di bagian valve (katup) karena pernah dioplos secara paksa,” ujar Dian dalam keterangan resminya, Selasa (20/2/2018).

Selain faktor keamanan, pembelian elpiji melalui agen tidak resmi juga memiliki adalah risiko harga.

Dian mengatakan, untuk elpiji 3 kilogram (kg) menggunakan Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat yaitu Rp 16.500 per tabung untuk wilayah Bogor.

Sementara untuk isi ulang epiju 12 kg (tabung biru) seharga Rp 139.000 per tabung, Bright Gas 12 kg seharga Rp 141.000 per tabung, Bright Gas 5,5 kg seharga Rp 65.000 dan elpiji 50 kg seharga Rp 593.000 per tabung. 

"Apabila masyarakat ada yang menemukan elpiji non subsidi (selain elpiji 3 kg) dengan harga yang jauh lebih murah, maka perlu diwaspadai, karena kemungkinan hasil  pemindahan elpiji dari tabung 3 jg," ujarnya.

Lebih lanjut Dian menyampaikan, jumlah agen dan pangkalan elpiji di Bogor sudah cukup banyak.

Untuk pangkalan elpiji 3 kg di wilayah Bogor ada 2.383 titik, Agen 3 kg di Kota Bogor 25 titik, Agen 3 kg di Kabupaten Bogor ada 72 titik dan Agen Non PSO sebanyak 22 titik.

"Selain itu Bright Gas juga tersedia di sejumlah minimarket modern yang tersebar di wilayah Bogor," jelasnya.

“Kami berusaha menyediakan layanan yang memudahkan. Kami tidak merekomendasikan pembelian elpiji di luar agen resmi Pertamina termasuk melalui toko online yang tidak resmi dari Pertamina,” tambah dia.
Read More

© Catatan Digital Fuji, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena